Selasa, 25 Maret 2014

Softskill

How To Answer the Listening Section in TOEFL
Listening Comprehension Test consists of 50 questions, divided into three sections. Section A = 30 questions, section B = 8 questions and section C = 12 questions.
            Listening section A form of short dialogue or conversation between two people (the first person to ask and the second person to answer). A narrator will make the questions based on conversation between the first person and the second person. Every conversation followed by a question. You are only get time for 12 seconds to answer each question.
Listening section B consists of two long conversations and followed by several questions (usually 4 questions in one conversation),
Listening section c consists of 3 talk is like a teacher who explaining a particular topic followed by a few questions, usually 4 questions in one talk. Part C is considered the most difficult in the listening test session.
The following I will describe in more detail how to answer the listening questions and I will give an example

Part A: Short Dialogue
a.       There must be no blank answers. Wrong answer will not reduce the score
b.      Keep in mind that the correct answer is a re-statement with a different editor.
c.       Focus on the second person that you listen at the time the brief conversation. In generally, there is an answer to what was said by the second person.
d.      You still possible to answer correctly even you can not understand dialogue perfectly. And if you do not understand at all what you hear, pick the answer that sounds most different.
e.       If you have finished to answer the first number, look at the answer choices for the next number. This will make you better prepared.

Example :
You Listen:
Men: Hay Sukma, how are you? You look weak.
Woman: Yes you're right, I felt dizzy today.
Narrator: What happened to her?

In the test book, you read:
(A) She was pleased.
(B) She feels sad.
(C) She looks more bloated.
(D) She felt dizzy.
The correct answer is D.


Section B : Long Conversation
a.       In generally the correct answer has the same sound.
b.      Note / listen to the conversation at the beginning because it contains the topics. The topics often asked.
c.       At the time you listening, read also the answer choices in the book at the same time. Because the answers are arranged in order.

Example :
You Listen :
Narrator : questions 1 to 4 . Listening to a conversation between two people who have finished watching the movie theaters .
Woman: Wow Jacob , it was a good movie
Man : yes you're right Sukma . it is the best comedy movie of the year .
Women : yes very funny movie
Men : do you want to go watch the movie again with me this weekend?
Women : of course . I want to go with you , I will not forget

Question :
( 1 )
Narrator : What Women and Men Discuss ?
( A ) about the movie
( B ) about their relationship
( C ) about school subjects
( D ) about food
The correct answer is A

( 2 )
Narrator : What kind of movies they watch ?
( A ) ghost movie
( B ) action Movie
( C ) comedy movie
( D ) sad movie
The correct answer is C

( 3 )
Narrator : What do they plan ?
( A ) they will re-watch a movie together
( B ) they are not friends anymore
( C ) they want to eat popcorn
( D ) they will burn the cinema
The correct answer is A

( 4 )
Narrator : Who is the woman who spoke with Jecob ?
( A ) Fanny
( B ) Ferry
( C ) Mufi
( D ) Sukma
The correct answer is D


Section C : Talk
a.       Guess what topics and questions.
b.      Because the topic is often asked once, so listen to the conversation at the beginning because it contains topics.
c.       Answer arranged in sequence, so when you listen, read also the answer choices at the same time.
d.      The correct answer usually has the same sound.
e.       There must be no blank answers.

Example :
You listen :
Narrator : Question 1 to 4 . One day a poet named Sukma recited his song lyric
Part 1
My Lord Jesus You Is laid peace
O God the Father that You gave me the best ..
Reff :
I want praise , Haleluyaa
I want worship You , forever
I want praise , Hosiana
for Thou art God , always give the best for me ..
Part 2
Where I Praise Your Name
You who are in my heart always ..

Question :
( 1 )
Narrator : Who is the poet recited poetry of his songs ?
( A ) Wandei
( B ) Sukma
( C ) Putnem
( D ) Liri
the correct answer is B

( 2 )
Narrator : from the lyrics , to whom the song was created ?
( A ) to the Lord
( B ) for fellow human beings
( C ) to a friend
( D ) to the mother
the correct answer is B

( 3 )
Narrator : What do you like the poet in the poem ?
( A ) praise and worship God
( B ) view it
( C ) touches
( D ) sad
the correct answer is A

( 4 )
Narrator : How many parts in the lyric ?
( A ) one
( B ) two
( C ) nine
( D ) ten
the correct answer is B

sumber:
http://mayampera.blogspot.com/2011/03/cara-meningkatkan-skor-listening-toefl.html

Sabtu, 04 Januari 2014

cerpen

Dibalik Perbedaan

Bapak David adalah warga negara asing yang sedang berlibur ke Pulau dewata Bali, lalu dibali bapak David bertemu dengan ibu Detti yang merupakam warga negara indonesia merekapun saling jatuh cinta, maka dari itu bapak David pun segera merubah statusnya menjadi warga negara indonesia dan mereka berdua menjalin sebuah ikatan pernikahan. Didalam keluarga ini mereka dikaruniai dua orang anak laki-laki, anak pertama mereka namakan Dion dan anak kedua dinamakan Doni. Saat ini Dion dan Doni sudah semakin tumbuh dewasa Dion berumur 17tahun dan Doni berumur 16tahun. Tetapi kedua kakak beradik ini memiliki kepribadian yang sangat berbeda satu sama lain, sebagai anak pertama Dion memilika sifat yang sangat pemberani dan keras, postur tubuh’nya pun sangat gagah, tegap, dan berotot, dia memiliki bobot 80kg,  paras’nya juga sangat tampan dan garang, persis seperti David. Dan Dion bukanlah tipe orang yang hanya berdiam diri dirumah, ia selalu pergi bermain dengan teman-teman sepantarannya, bahkan ia sangat jarang  belajar. Disisi lain Doni adalah anak yang memiliki sifat sangat lembut dan ramah persis seperti Detti,  postur tubuh doni pun kurus dengan beberapa tulang yang terlihat menojol, ia memiliki bobot 45kg, dengan paras yang sangat manis dan murah senyum. Doni sangat suka berdiam diri dikamar, ia sangat belajar dan membaca buku-buku yang berbobot.

Dion dan Doni memiliki sekolah yang sama, Dion duduk dikelas 3 SMA dan Doni duduk dikelas 1 SMA. Disekolah tersebut Dion memilih eksul basket, pencinta alam dan pencaksilat sedangkan Doin hanya memilih 1 eskul, yaitu Sains. Teman-teman satu sekolahpun sering membicarakan soal perbedaan kakak beradik itu. Mereka berdua memang sangat berbeda, Dion dengan peringkat terbawah dikelasnya, dan Doni dengan peringkat tertinggi dikelasnya. Dion yang selalu bermain disela-sela pelajaran, dan doni yang selalu membaca buku disela-sela pelajaran. Perbedaan yang sangat signifikan.

Liburan akhir pekan ini David ingin mengajak anak-anak dan istrinya untuk berkamping dialam liar. Karena David sangat suka tantangan, persis seperti Dion.

 Tetapi rencana itu ditolak oleh Detti dan Doni. Begini ujar Detti “Saya tidak mau ikut kalau kita berkemping ke alam liar! bagaimana jika diakhir pakan ini kita menghabiskan waktu dirumah saja, ada film yang ingin ibu tonton”.

Donipun setuju dengen rencana ibunya “aku sangat setuju dengan pendapat ibu, masih banyak buku yang ingin kubaca” begitu kata Doni.

Jelas Dionpun tidak mau kalah mengungkapkan pendapatnya “pokoknya Saya dan ayah akan tetap pergi berkemping akhir pekan ini, ibu dan Donipun harus tetap ikut! Ngapain sih hanya berdiam diri dirumah! ”.

 Akhirnya ayahpun mulai bersuara “ayolah, kita jangan hanya liburan didalam rumah, diluar sana banyak sekali pemandanga yang bisa kita nikmati !”. dan setelah mendengar kata-kata ayah, serempak ibu dan Doni berbicara “tidak mauuuuuu”

Yup, liburan kemping diakhir pekan pun gagal, Ayah sangat marah karna semua rencananya tidak terlaksana, saat ibu menyapa ayah, ayah tidak mau menjawab. Suasana dirumah sangat tidak menyenangkan, dion dan doni juga tidak saling bertegur sapa.

Dan akhirnya ibu bertindak, ibu mengajak Doni berbicara 4 mata, “Don, bagaimana ini? ayah dan Dion sepertinya memang benar-benar marah karena tidak jadi berlibur” ujar ibu.

 “Oooh aku ada akal bu, bagaimana kalau di Akhir pekan selanjutnya kita menyewa mini bus yang didalamnya didesain seperti suasana dalam rumah yang lengakap dengan Ac, listrik dan TV, jadi ayah dan Doni bisa berkemping ditenda, lalu aku dan ibu juga bisa membaca buku dan menonton film di dalam mobil”sahut Doni.

 “wah, kamu betul don, ibu ada kenalan yang biasa menyewakan mini bus dengan suasana rumah seperti itu, oke diakhir pekan selanjutnya kita akan melakukan hal itu”. Balas ibu.

usul itupun diutarakan kepada Ayah dan Dion, mereka sangat setuju akan hal itu. Dan satu minggu kemudian tibalah saat-saat liburan itu, semua berjalan sesuai rencana, dan semua bahagia.

Ada pelajaran yang dapat kita petik dari cerita keluarga David, yaitu dibalik semua perbedaan yang terjadi, pasti terdapat sisi negatif dan positifnya, dan dibalik perbedaan pendapat, pasti masih ada satu titik solusi yang bisa kita ambil untuk kebahagiaan bersama.


Senin, 23 Desember 2013

Jenis-jenis Karangan

Karangan merupakan karya tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikanya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami. Lima jenis karangan yang umum dijumpai dalam keseharian adalah narasi, eksposisi,  deskripsi, argumentasi, dan persuasi. Mari kita bahas satu persatu :
Narasi
Narasi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam sebuah tulisan yang rangkaian peristiwa dari waktu ke waktu dijabarkan dengan urutan awal, tengah, dan akhir. Secara sederhana, narasi dikenal sebagai cerita. Pada narasi terdapat peristiwa atau kejadian dalam satu urutan waktu. Di dalam kejadian itu ada pula tokoh yang menghadapi suatu konflik. Ketiga unsur berupa kejadian, tokoh, dan konflik merupakan unsur pokok sebuah narasi. Jika ketiga unsur itu bersatu, ketiga unsur itu disebut plot atau alur. Jadi, narasi adalah cerita yang dipaparkan berdasarkan plot atau alur.
Narasi dapat berisi fakta atau fiksi. Narasi yang berisi fakta disebut narasi ekspositoris, sedangkan narasi yang berisi fiksi disebut narasi sugestif. Contoh narasi ekspositoris adalah biografi,autobiografi, atau kisah pengalaman. Sedangkan contoh narasi sugestif adalah novelcerpen, cerbung, ataupun cergam.
Pola narasi secara sederhana berbentuk susunan dengan urutan awal – tengah – akhir.
·         Awal narasi biasanya berisi pengantar yaitu memperkenalkan suasana dan tokoh. Bagian awal harus dibuat menarik agar dapat mengikat pembaca.
·         Bagian tengah merupakan bagian yang memunculkan suatu konflik. Konflik lalu diarahkan menuju klimaks cerita. Setelah konfik timbul dan mencapai klimaks, secara berangsur-angsur cerita akan mereda.
·         Akhir cerita yang mereda ini memiliki cara pengungkapan bermacam-macam. Ada yang menceritakannya dengan panjang, ada yang singkat, ada pula yang berusaha menggantungkan akhir cerita dengan mempersilakan pembaca untuk menebaknya sendiri.

Ciri-ciri narasi menurut Atar Semi (2003: 31) sebagai berikut:
·                 Berupa cerita tentang peristiwa atau pengalaman penulis.
·                 Kejadian atau peristiwa yang disampaikan berupa peristiwa yang benar-benar terjadi, dapat berupa semata-mata imajinasi atau gabungan keduanya.
·                 Berdasarkan konfiks, karena tanpa konfiks biasanya narasi tidak menarik.
·                 Memiliki nilai estetika.
·                 Menekankan susunan secara kronologis.

Langkah menyusun narasi (terutama yang berbentuk fiksi) cenderung dilakukan melalui proses kreatif, dimulai dengan mencari, menemukan, dan menggali ide. Oleh karena itu, cerita dirangkai dengan menggunakan "rumus" 5 W + 1 H, yang dapat disingkat menjadi adik simba.[rujukan?]
1.     (What) Apa yang akan diceritakan,
2.     (Where) Di mana seting/lokasi ceritanya,
3.     (When) Kapan peristiwa-peristiwa berlangsung,
4.     (Who) Siapa pelaku ceritanya
5.     (Why) Mengapa peristiwa-peristiwa itu terjadi, dan
6.     (How) Bagaimana cerita itu dipaparkan.

Eksposisi
Paragraf Eksposisi adalah paragraf atau karangan yang mempunyai tujuan untuk memberikan informasi tentang sesuatu sehingga bisa memperluas pengetahuan pembaca. Paragraf eksposisi bersifat ilmiah/ nonfiksi. Sumber karangan paragraf eksposisi ini bisa diperoleh dari hasil pengamatan, penelitian atau pengalaman

Macam macam paragraf eksposisi
1. eksposisi definisi
2. eksposisi proses
3. eksposisi klasifikasi
4. eksposisi ilustrasi (contoh)
5. eksposisi perbandingan & pertentangan, dan
6. eksposisi laporan

Ciri ciri paragraf eksposisi
1. berupa tulisan yang memberikan pegertian dan pengetahuan
2. menjawab pertanyaan tentang apa, mengapa, kapan, dan bagaimana;
3. disampaikan secara lugas dengan menggunakan bahasa baku
4. Bersifat netral, dalam artian tidak memihak, dan memaksakan sikap penulis terhadap pembaca

Contoh paragraf eksposisi:
1. Contoh Paragraf Eksposisi Definisi
Bekam atau hijamah ialah sebuah teknik pengobatan yang dilakukan dengan jalan membuang darah kotor (racun yang berbahaya) dari dalam tubuh lewat permukaan kulit. menurut pemahaman umum, sebenarnya ia berfungsi untuk membuang darah yang telah rusak atau teroksidasi karena tingginya oksidan dalam tubuh.
2. Contoh Paragraf Eksposisi Proses 
Hingga saat ini, bantuan untuk para korban letusan gunung merapi belum merata. Hal ini bisa disaksikan di beberapa wilayah sleman. Misalnya, di Desa P. Sampai saat ini, warga Desa P hanya makan singkong. Mereka mengambilnya dari beberapa kebun warga. Jika ada warga yang makan nasi, itu adalah sisa-sisa beras yang mereka kumpulkan di balik reruntuhan bangunan. Keadaan seperti ini menunjukkan bahwa bantuan pemerintah belum merata


Langkah-langkah penulisan:
·         Menentukan tema
·         Menentukan tujuan karangan
·         Memilih data yang sesuai dengan tema
·         Membuat kerangka karangan
·         Mengembangkan kerangka menjadi karangan


Deskripsi
Deskripsi berasal dari bahasa Inggris yaitu description yang artinya melukiskan dengan bahasa Karangan deskripsi adalah karangan atau tulisan yang bertujuan menggambarkan suatu objek secara terperinci kepada pembaca. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005:258) menyatakan; “ deskripsi adalah pemaparan atau menggambarkan dengan kata-kata secara jelas dan terperinci.” 
    Deskripsi adalah pemaparan atau penggambaran dengan kata-kata tentang suatu benda, tempat, suasana atau kejadian. Tujuan deskripsi ini agar seolah-olah pembaca “melihat” hal yang dilihatnya, dapat “mendengar” apa yang didengarnya, dapat “mencium bau” hal yang diciumnya, dapat “mencicipi” sesuatu yang dimakannya, dapat “merasakan” hal yang dirasakannya sehingga pembaca memiliki kesimpulan yang sama dengan penulis. 
   Dilihat dari defenisi pemaparan atau penggambaran di atas maka seorang pengarang deskripsi harus menggunakan semua pancainderanya untuk mengamati objek yang akan digambarkannya itu. Selain itu karangan deskripsi harus didukung oleh gaya penyampaian yang artistik dan memikat sehingga pembaca atau pendengar menjadi tergugah dan dapat mengimajinasikan secara lebih jelas hal yang sedang dibaca atau didengarnya, seperti yang dikatakan Semi (1990:42), bahwa; 
   “Deskripsi adalah tulisan yang tujuannya memberikan perincian atau detail tentang objek sehingga yang tujuannya memberikan perincian atau detail tentang objek sehingga dapat memberi pengaruh pada imajinasi pembaca atau pendengar bagaikan ikut mendengar, melihat, merasakan atau mengalami langsung objek tersebut.” 
    Selain pendapat tersebut Gorys Keraf (1995: 26), menyatakan bahwa; “deskripsi adalah semacam bentuk wacana yang berusaha menyajikan suatu objek atau suatu hal sedemikian rupa sehingga objek itu seolah-olah berada di depan pembaca, seolah-olah pembaca melihat sendiri objek itu.” 
    Dari beberapa pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa karangan deskripsi adalah karangan atau tulisan yang bertujuan menggambarkan atau menyajikan suatu objek sedemikian rupa secara detail kepada pembaca atau pendengar sehingga pendengar atau pembaca seolah-oleh melihat, merasakan, mendengar, mencicipi, mencium langsung objek yang digambarkan oleh penulis melalui tulisannya itu, dengan demikian antara pembaca atau pendengar dengan penulis memiliki kesimpulan yang sama tentang objek tersebut. Maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan menulis karangan deskripsi itu adalah kecakapan seseorang untuk mengungkapakan ide, pengetahuan dan perasaan secara rasional dengan menggunakan bahasa tulis dalam menggambarkan atau menyajikan suatu objek sedemikian rupa secara detail kepada pembaca atau pendengar sehingga pendengar atau pembaca seolah-oleh melihat, merasakan, mendengar, mencicipi, mencium langsung objek yang digambarkan oleh penulis melalui tulisannya itu.
Deskripsi bertujuan menyampaikan sesuatu hal dalam urutan atau rangka ruang dengan maksud untuk menghadirkan di depan mata angan-angan pembaca segala sesuatu yang dilihat, didengar, dicecap, diraba, atau dicium oleh pengarang. (Widyamartaya, 1992:9-10)
Menurut Marahimin (1994:19), tujuan menulis karangan deskripsi adalah sebagai berikut: 
1. memberikan arahan, yakni memberikan petunjuk kepada orang lain dalam mengerjakan sesuatu, misalnya pertunjukkan mengenai cara menjalankan mesin, petunjuk tentang cara menggunakan atau meminum suatu obat atau arahan tentang cara merangkai bunga 
2. menjelaskan sesuatu, yakni memberikan uraian atau penjelassan tentang suatu hal yang harus diketahui oleh orang lain, misalnya penjelasan tentang manfaat lari pagi, pentingnya memelihara kelestarian lingkungan hidup. 
3. menceritakan kejadian, yaitu memberikan informasi tentang suatu cara yang berlangsung disuatu tempat pada suatu waktu 
4. meringkas, yaitu membuat rangkuman atau tulisan sehingga menjadi lebih singkat, misalnya dari seratus halaman menjadi lima halaman. Namun ide pokoknya tidak hilang. meyakinkan, yaitu tulisan yang berusaha meyakinkan orang lain.

Menurut Semi (2003:41), deskripsi ini merupakan ekposisis juga, sehingga ciri umum yang dimiliki oleh ekposisi pada dasarnya dimiliki pula oleh deskripsi. Lebih lanjut, Semi (2003:41) mengatakan bahwa ciri-ciri deskripsi yang sekaligus sebagai pembeda dengan ekposisi adalah sebagai berikut.
1.      Deskripsi lebih berupaya memperlihatkan detail atau perincian tentang objek.
2.      Deskripsi lebih bersifat memberi pengaruh sensitivitas dan membentuk imajinasi pembaca.
3.      Deskripsi disampaikan dengan gaya yang nikmat dengan pilihan kata yang menggugah; sedangkan ekposisi gayanya lebih lugas.
4.      Deskripsi lebih banyak memaparkan tentang sesuatu yang dapat didengar dilihat, dan dirasakan sehingga objeknya pada umumnya berupa benda, alam, warna, dan manusia.
5.      Organisasi penyampaiannya lebih banyak menggunakan susunan ruang (spartial order)

Jenis Karangan Deskripsi
Secara garis besar ada 2 macam bentuk karangan deskripsi:
1.      Deskripsi Ekspositori
Merupakan karangan yang sangat logis, biasanya merupakan daftar rincian atau halyang penting-penting saja yang disusun menurut sistem dan urutan-urutan logis obJek yang diamati.
2. Deskripsi Impresionatis
Merupakan karangan yang menggambarkan impresi penulisnya, atau untuk menetralisir pembacanya. Deskripsi impresionistis ini lebih menekankan impresi atau kesan penulisnya ketika melakukan observasi atau ketika melakukan impresi tersebut.   .

Argumentasi
Argumentasi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang ditulis dengan tujuan untuk meyakinkan atau membujuk pembaca. Dalam penulisan argumentasi isi dapat berupa penjelasan, pembuktian, alasan, maupun ulasan obyektif dimana disertakan contoh, analogi, dan sebab akibat.
Tujuannya adalah agar pembaca yakin bahwa ide, gagasan, atau pendapat tersebut adalah benar dan terbukti.
Dilihat dari struktur informasinya, dalam paragraf argumentasi akan ditemukan:
·         Pendahuluan, bertujuan untuk menarik perhatian pembaca, memusatkan perhatian pembaca kepada argumen yang akan disampaikan, atau menunjukkan dasar-dasar mengapa argumentasi dikemukakan.
·         Tubuh argumen, bertujuan untuk membuktikan kebenaran yang akan disampaikan dalam paragraf argumentasi sehingga kesimpulan yang akan dicapai juga benar. Kebenaran yang disampaikan dalam tubuh argument harus dianalisis, disusun, dan dikemukakan dengan mengadakan observasi, eksperimen, penyusun fakta, dan jalan pikiran yang logis.
·         Kesimpulan atau ringkasan, bertujuan untuk membuktikan kepada pembaca bahwa kebenaran yang ingin disampaikan melalui proses penalaran memang dapat diterima sebagai sesuatu yang logis.


Persuasif
Definisi dan pengertian paragraf persuasif. Menurut Syamsuddin (2009:40), paragraf persuasif adalah paragraf yang isinya berusaha untuk merebut perhatian pembaca. Paragraf ini disajikan secara menarik, meyakinkan mereka bahwa pengalaman yang disiratkan itu merupakan suatu hal yang amat penting. Karena itu, terkadang paragraf persuasi sering digunakan sebagai paragraf propaganda oleh lembaga kesehatan, pemerintah, dan lain-lain.

Jadi, secara sederhana, kita dapat memahami paragraf persuasif dari ciri utamanya sebagai sebuah paragraf yang berusaha menarik, meyakinkan, dan merebut perhatian pembaca. Lebih jelasnya, cermati ciri-ciri paragraf persuasif berikut.
Ciri-Ciri Paragraf Persuasif Berikut adalah beberapa ciri paragraf persuasif yang sering digunakan dalam berbagai bentuk.
1.         Penulis memahami bahwa pendirian dan pemahaman pembaca dapat diubah.
2.         Berusaha menjelaskan dan menarik kepercayaan pembaca
3.         Berusaha menciptakan kesepakatan atau penyesuaian melalui kepercayaan antara penulis dengan pembaca.
4.         Berusaha menghindari konflik agar kepercayaan tidak hilang dan supaya kesepakatan pendapatnya tercapai.
5.         Menunjukkan fakta-fakta dan data untuk menguatkan argumentasi atau dalil

Bentuk Paragraf Persuasif Beberapa bentuk paragraf persuasif yang biasa digunakan adalah sebagai berikut: Bentuk pidato, misalnya propaganda, kampanye lisan, dan penjual jamu ditempat-tempat terbuka. Bentuk tulisan berupa iklan dan selebaran. Bentuk elektronik, misalnya iklan di televisi, bioskop, dan internet

Jenis Paragraf Persuasif Sebagaimana bentuk paragraf persuasif tersebut, paragraf persuasif dapat digolongkan dalam beberapa jenis, di antaranya adalah:

 1. Persuasi politik
Sesuai dengan namanya, persuasi politik dipakai dalam bidang politik oleh orang-orang yang berkecimpung dalam bidang politik dan kenegaraan. Para ahli politik dan kenegaraan sering menggunakan pesuasi jenis ini untuk keperluan politik dan negaranya. Kita akan bisa memahami persuasi politik lebih baik lagi, bila kutipan berikut ini kita kaji dengan teliti. Naskah persuasi politik berikut ini berkombinasi dengan eksposisi.

2.      Persuasi pendidikan
Persuasi pendidikan dipakai oleh orang-orang yang berkecimpung dalam bidang pendidikan dan digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan. Seorang guru, misalnya, bisa menggunakan persuasi ini untuk mempengaruhi anak supaya mereka giat berlajar, senang membaca dan lain-lain. Seorang motivator atau inovator pendidikan bisa memanfaatkan persuasi pendidikan dengan menampilkan konsep-konsep baru pendidikan untuk bisa dilaksanakan oleh pelaksana pendidikan. Kutipan artikel berita ini dapat dijadikan bahan menelaah karangan persuasi pendidikan.

3.      Persuasi advertensi
Persuasi iklan dimanfaatkan terutama dalam dunia usaha untuk memperkenalkan suatu barang atau bentuk jasa tertentu. Lewat persuasi iklan ini diharapkan pembaca atau pendengar menjadi kenal, senang, ingin memiliki, berusaha untuk memiliki barang atau memakai jasa yang ditawarkan. Karena itu,advertensi diberi predikat jalur komunikasi antara pabrik dan penyalur, pemilik barang dan publik sebagai konsumen. Iklan itu beraneka ragam, ada yang sangat pendek, ada pula yang panjang. Persuasi iklan yang baik adalah persuasi yang mampu dan berhasil merangsang konsumen membeli barang yang ditawarkan. Sebaliknya, persuasi iklan itu tergolong sebagai persuasi yang kurang baik apabila tidak berhasil merangsang konsumen untuk membeli barang yang diiklankan.

4.      Persuasi propaganda
Objek yang disampaikan dalam persuasi propaganda adalah informasi. Tentunya tujuan persuasi tidak hanya berhenti pada penyebaran informasi saja. Lebih dari itu, dengan informasi diharapkan pembaca atau pendengar mau dan sadar untuk berbuat sesuatu. Persuasi propaganda sering dipakai dalam kegiatan kampanye. Isi kampanye biasanya berupa informasi dan ajaka. Tujuan akhir dari kampanye adalah agar pembaca atau pendengar menuruti isi ajakan kampanye tersebut. Pembuatan informasi tentang seseorang yang mengidap penyakit jantung yang disertai dengan ajakan pengumpulan dana untuk pengobatannya, atau selebaran yang berisi informasi tentang situasi tertentu yang disertai ajakan berbuat sesuatu adalah contoh persuasi propaganda.